Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah kamu berada bersama-sama orang-orangyang benar. (At-Taubah:119)
Allah SWT berfirman:
“Tetapi jika benar(imannya)terhadap Allah, nescaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. (Muhammad:21)
Dari Ibnu Mas ‘ud r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya kebenaran (jujur) itu menunjukkan kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan (membawa) ke syurga dan sesungguhnya seseorang itu nescaya melakukan kebenaran sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang ahli melakukan kebenaran. Dan sesungguhnya berdusta itu menunjukkan kepada kecurangan dan sesungguhnya kecurangan itu menunjukkan (membawa) ke neraka dan sesungguhnyaseseorang itu nescaya berdusta sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang ahli yang berdusta.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dari Abu Muhammad, Al-Hasan bin Ali bin Abu Talib r.a. berkata: “Saya menghafal sabda dari Rasulullah s.a.w. iaitu: “Tinggalkan apa-apa yang meragukanmu kepada yang tidak meragukanmu. Kerana sesungguhnya bersikap benar itu adalah ketenangan sementara berdusta itu menyebabkan timbulnya keraguan.” (H.R. Tirmizi dan dia mengatakan bahawa hadis ini adalah hadis shahih)
Dari Abu Sufyan Shakhr bin Harb r.a. dalam hadisnya yang panjang tentang cerita Hiraklius, yang mana Hiraklius bertanya: “Apa sahaja yang diperintahkan oleh Nabi s.a.w. kepada kamu?” Abu Sufyan menjawab: Nabi s.a.w. menjawab: Nabi s.a.w. bersabda: Sembahlah Allah Zat Yang Maha Esa dan janganlah kamu menyekutukan apa pun denganNya, tinggalkanlah ajaran-ajaran nenek-moyang kamu.” Serta baginda menyuruh kami untuk melaksanakan solat, bersifat jujur, pemaaf dan mempererat hubungan kekeluargaan.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dari Abu Tsabit, Dalam riwayat lain disebutkan Abu Said dan dalam riwayat lain pula disebutkan Abu –Alah Walid,Sahl bin Hunaif r.a., dan dia ikut menyaksikan peperangan Badar, bahawa Nabi s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang benar-benar memohonkan kepada Allah supaya mati syahid maka Allah akan menyampaikan orang itu ke tingkat mereka yang mati syahid, sekalipun dia mati di atas tempat tidurnya.” (H.R. Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ada salah seorang di antara para nabi yang sewaktu akan berangkat berperang bersabda kepada kaumnya: “Janganlah mengikuti kami seseorang yang baru berkahwin yang mana dia belum sempat berkumpul dengan isterinya sedangkan dia ingin berkumpul dengan isterinya; janganlah mengikuti kami seseorang yang membangun rumah sedangkan dia belum selesai membangunnya; dan janganlah mengikuti kami seseorang yang baru membeli kambing atau unta yang sedang menunggu kelahiran anaknya.”
Kemudian Nabi itu berangkat berperang dan ketika mendekati sebuah dusun kira-kira menjelang waktu Asar, maka Nabi itu berkata kepada matahari: “Wahai matahari sesungguhnya kamu diperintah dan saya juga diperintah. Wahai Allah tahanlah ia untuk membantu kami.” Maka tertahanlah matahari itu sehingga Allah memberikan kemenangan kepada Nabi itu.
Kemudian Nabi tersebut mengumpulkan barang-barang rampasan perang dan menyalakan api untuk membakarnya tetapi api itu tidak mahu membakarnya, maka Nabi itu bersabda: “Sesungguhnya ada di antara kamu sekalian tidak ikhlas maka setiap kelompok harus mengirimkan seorang lelaki untuk berbai’at kepadaku.”
Maka ada salah seorang yang tangannya melekat (tidak boleh dilepaskan) dengan tangan Nabi itu, maka Nabi itu berkata: “dalam kelompokmu ada orang yang tidak ikhlas maka semua orang dalam kelompokmu harus berbai’at kepadaku.” Kemudian melekatlah tangan dua atau tiga orang dengan Nabi itu maka Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kamulah yang tidak ikhlas.”
Mereka kemudian membawa emas sebesar kepala lembu kemudian diletakkan di hadapan Nabi dan menyalalah api kemudian api itu membakar emas tadi. Oleh keraana itu, barang-barang rampasan perang tidak dihalalkan bagi seseorang sebelum kami kemudian Allah menghalalkan barang-barang rampasan itu bagi kami yang mana Allah melihat kelemahan kami. Jadi kerana kami ini lemah maka Allah menghalalkan barang rampasan itu bagi kami. (Muttafqun ‘alaih)
Dari Abu Khalid, Hakim bin Hizam r.a. berkata: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Dua orang yang berjual beli haruslah bebas memilih sebelum mereka berpisah. Apabila keduanya jujur dan berterus-terang dalam berjual beli itu maka keduanya akan mendapatkan berkah; tetapi apabila keduanya menyembunyikan dan dusta maka jual belinya itu tidak akan membawa keberkatan.” (Muttafaqun ‘alaih)




No comments:
Post a Comment
org sayang kat aku